RSS

TEMU NASIONAL KESEHATAN REPRODUKSI MAHASISWA

Sebagai Remaja Peduli terhadap permasalahan kesehatan reproduksi, maka kami dalam kelompok HEART (Health Education Of Reproductive Teenagers) yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi remaja, HIV/AIDS dan NAPZA melaksanakan berbagai kegiatan. salah sartu diantaranya adalah mengikuti temu nasional kesehatan reproduksi yang dilksanakan oleh JEN bersama beberapa universitas di Pulau Jawa yang bertempat di UNIKA Soegijapranata pada tanggal 25-27 Mei 2008.

Adapun partisipasi kami dalam kegiatan tersebut adalah Menjadi Pemateri Tentang hasil penelitian kami Yaitu "Gambaran Perilaku berisiko Remaja di Universitas Hasanuddin tahun 2008. Selain itu, Dosen Pendamping kami juga menjadi pemateri dalam kegiatan ini dengan membawakan materi mengenai Beberapa Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pada Mahasiswa Politeknik Kesehatan Manado.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini menghasilkan sebuah keputusan untuk membentuk Aliansi Mahasiswa Indonesia Peduli Kesehatan Reproduksi dan Seksual (AMIPERS)

PBL II USAI SUDAH

Akhirnya PBL II selesai juga…. Lelah tapi lumayan mengesankan. 14 hari adalah waktu yang singkat untuk memahami hitam putihnya sebuah kehidupan yang jauh dari sentuhan teknologi dan pusat perkotaan. Survive dalam bidang ekonomi dan financial adalah perjuangan hidup yang butuh kesabaran dan ketabahan. Ketekunan dan keuletan dalam kerja keras mungkin adalah pembuka pintu kemakmuran tersendiri. Berusaha bangkit dari keterpurukan adalah gaya hidup menuju kesuksesan. Itulah warga Pappaka, yang tidak jauh dari lupuk mata kita yang patut kita teladani. Bangkit dari segala kekurangan adalah hal yang patut kita cermini tetapi justru bahan tertwaan kita. Segala keterbatasan fasilitas adalah senjata meraih kecerahan hidup masa depan namun boomerang bagi kehidupan kita. Pagi berkalang tanah, berharap sesuap nasi tuk keluarga tercinta adalah amanah yang patut di junjung tinggi. Terik matahari adalah lambang semangat kebangkitan mereka tetapi jerit tangis bagi kita. Senja kelabu tidak mengubah image kegirangan mereka. Justru itu adalah hiasan malam pestapora mereka. Keheningan malam tidak mengurungkan keramaian hati mereka. Ketulusan dan kelembutan hati mereka adalah wujud kepedulian mereka yang justru jadi keangkuhan kita.

Pappaka…. Bukanlah kedukaan kita….. tapi ia adalah semangat kita….semangat baru kita….semangat bukan sesaat…tetapi semangat karena mereka sanggup melewati perihnya sandaran kehidupan di bawah onggokan daun nifa yang mulai usang oleh terjangan terik simbol kejayaan mereka. Kehidupan mereka tiada bedanya dengan kehidupan semua umat manusia. Mereka butuh kehidupan yang megah dan cerah. Namun keterbatasan mereka bukanlah penumbang semangat mereka. Mereka meniti hidup dari titik kelemahannya hingga kesabaran dan ketabahan yang menyelimuti diri mereka. Empang adalah sumber penghasilan sehari-hari mereka, sekali panen cukup untuk menghidupi sanak keluarga mereka,,,, namun gagal panen bukanlah hal yang jarang terjadi, apalagi musim hujan adalah tantangan mereka untuk terus berjuang mempertahankan sepetak empangnya dari terpaan banjir yang sering membawa seisi empang mereka ke arus banjir yang tidak tentu kapan datang dan perginya.

Pappak Tak Lekang oleh waktu, di pagi hari adalah kejayaan mereka untuk terus berjuang di bawah terik matahari. Siang bukan berarti mereka kalah akan panas terik yang mengucurkan beribu-ribu ion tubuh mereka. Sore pun bukan berarti mereka harus usai dari desakan pekerjaan yang tak kunjung selesai. Hingga malam tiba….., berkumpul sama keluarga adalah hal yang paling utama. Senyum mereka pun mulai kelihatan menikmati hasil jerih payah tadi pagi. Maka tertidurlah mereka dnegan lelap tanpa beban pikiran apa pun. Indahnya kehidupan mereka. Bukannya seperti konglomerat yang masih pusing memikirkan milyaran rupiah untuk kemarin esok dan seterusnya yang sampai-sampai mata mereka tak terlelap.

Dibalik hitam putih itu ada warna warni kehidupan. Mereka bukan untuk dikasihi tetapi mereka patut dijadikan teladan bagi kaum-kaum yang munafik dengan harta bendanya. Hidup mereka adalah hidup kita semua. Patutlah bersyukur bagi mereka yang kehidupannya serba berkecukupan. Mau itu ada dan mau ini ada. Namun mampukah mereka mereka merrsakan dibalik itu?

Ucapan terimah kasihku kepada teman-teman Poskoku atas kerjasamanya. Asriani, Julien Stefannie, Wilma Mamuly, Ilham Salam, Almukarrama dan Faradillah. Sampai jumpa di PBL III.

MENATA HIDUP DI TAHUN BARU

Kemarin adalah sejarah, Besok adalah misteri yang patut ditafsirkan dan hari ini adalah sebuah anugerah Yang Maha Kuasa. Jika kemarin telah tergores noda hitam maka bukan berarti hari ini untuk ditangisi karena esok adalah anugerah untuk mengubahnya menjadi noda putih yang cemerlang. Jejak langkah yang pernah terukir akan menjadi kenangan, entah itu pahit ataupun manis. Semuanya telah tercurah direlung hati untuk bekal khayalan di masa depan. Hari ini adalah suatu hari yang patut direnungkan sebelum terlewatkan menjadi suatu awal yang menyesalkan. Karena langkah itu tidak selamnya mulus. Ibarat musik, ia harus tersusun dengan komponen musik yang baik. Dan jika tidak maka ia akan menjadi gelombang suara yang tak beraturan. Hidup bukanlah seperti pemberian tetapi hidup itu adalah anugerah dari yang maha kuasa. Hidup adalah sebuah pengalaman yang lebih baik dan harus di lakukan. Karena itu kehidupan harus lebih hidup. Untuk menjadikannya lebih hidup maka sebuah awal yang harus lebih hidup. Semoga tahun baru ini akan menjadi awal yang lebih Hidup. Kehidupan adalah 10% bagaimana meraihnya dan 90% bagaimana memandangnya (Anonim), melihat pernyataan tersebut maka kita harus jeli memandang kehidupan apa yang kita inginkan karena kehidupan bukan warisan semata, tetapi juga apa yang kita mampu dapatkan dan mewariskan kembali serta kita membuat kehidupan itu dengan apa yang akan kita berikan. Jika tahun baru ini kita komitment untuk mendapatkan sesuatu dalam kehidupan maka setidaknya esoknya ada sesuatu yang dapat kita berikan. Dengan menata kehidupan di tahun baru maka mudah-mudahan tujuan hidup akan tercapai, sebagian kecil dari tujuan itu mungkin adalah kebahagiaan. Entah bahagia karena ”Cita, Citra Ataupun Karena Cinta”. Semua tergantung bagaimana kita menata kehidupan itu. Karena kebahagiaan itu ibarat farfum yang tidak dapat dituangkan kepada siapapun tanpa meneteskan sedikit pun pada diri kita sendiri. Dalam artian bahwa kebahagiaan itu bukan untuk diri kita sendiri, tetapi juga kepada semua orang termasuk orang - orang yang di sekeliling kita

DETIK-DETIK PERGANTIAN MASA

Detik, menit, jam hingga hari ke hari langkah ini terus melaju. Pergantian asa, suasana, hingga masa pun berubah wujud. Duri-duri kehidupan kadang mencederai semangat yang telah kugantung di atap villa masa depanku. Luka yang dulu kini telah kuhapus dengan jutaan tetesan air mata. Namun asa tak berubah wujud dari titik kelemahannya. Tetapi dibalik itu, angin timur kadang menerbangkan harapan ini setinggi puncak menara langit. Merangkul semua mimpi-mimpi yang pernah aku ukir batu impianku dan ku lukis di langit yang kini hampir saja dipenuhi dengan kekhawatiran yang tak beralasan. Embun pagi solah-olah membuatku tegar untuk tidak menyerah melewati detik-detik pergantian masa. Entah itu sebuah kecerahan atau kesuraman, semunya akan melahirkan hikmah yang menopang gairah hidup ini untuk terus berani merenung dan bemimpi. Inilah detik-detik pergantian masaku, mengawali tahun 2008 dengan sebatang pohon yang kokoh, tentunya mengakhiri dengan pohon yang lebih kokoh lagi dengan daun, ranting, batang dan, buah yang megah menyambut tahun 2009. Segala duka di tahun yang penuh misteri kehidupan ini semoga menjadi misteri kehidupan baru di tahun 2009 ini 1 Tahun berlalu tak terasa, berjuta-juta kenangan yang telah terukir di lembaran memory kini tiba di penghujung waktu. Aku masih teringat ketika malam tahun baru 2008 yang lalu, saya sempat menyaksikan pesta kembang api yang begitu megah menyelimuti kegelapan malam yang mendung di sebuah sudut kota Daeng ini. Pesta pora tawa canda sekerumunan pemuda yang diiringi dengan musik dan dancer masih juga tersimpan di sel otakku. Semua itu mengundang sebuah pertanyaan yang hingga di penghujung tahun 2008 ini masih belum kutemukan juga jawabnya. Sama sekali saraf sensorikku masih belum bisa menyerap rangsangan tujuan dari semua event itu. Suka dan duka di sepanjang 2008 ini masih juga terselip di sudut hatuku yang hingga kini masih mekar. Entah itu suka duka tentang tugas, aktivitas, keluarga, cita-cita, citra, dan cinta maupun financial. Semunya telah aku aku packing sebagai kado di ”Detik-Detik Pergantian Masa” tahun 2008 ke tahun 2009 ini. Sedmoga ini akan menjadi kado yang terindah dalam hidupku. ”SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU 2009”

PARTAI BERTABURAN, CALEG MUDA BERMUNCULAN

Pesta demokrasi Indonesia kini sudah terlihat wujudnya. Mulai dari persenketaan antar kandidat hingga permusuhan antar pendukung. Kedewasaan dalam berpolitik kini menghilang dari para politis iindonesia, yang bermain adalah emosi dan antusias untuk memenangkan kedudukan. Menurut hemat saya, kepentingan rakyat yang menjadi janji program kini hanyalah sebagi wacana publik saja. Hal ini saya katakan karena di sisi lain, ketika maksud dan tujuannya yang agak melenceng dari planningnya maka kepentingan rakyat terabaikan dan bahkan merugikan rakyat itu sendiri. Hal ini terlihat dari persengketaan antar kandidat yang merugikan rakyat sendiri. Partai di Indonesia sekarang ini yang semakin bertaburan memunculkan berbagai dampak tersendiri. Salah satu dampak yang mencolok adalah bermunculannya caleg-caleg muda yang secara psikologis masih bermain emosi. Selain itu partai-partai baru sedang meluaskan kader-kadernya hingga tanpa sadar dan tanpa pertimbangan kualitas dan kemampuan sang caleg tetap menjadi usungan, yang penting adalah kedudukan. Dan satu pertanyaan yang mungkin kita harus jawab adalah, jika semuanya jadi pemimpin, jadi siapa yang dipimpin?

STOP AIDS, KEEP THE PROMISE-LEADERSHIP

Selamat memperingati hari AIDS Sedunia 1 Desemser 2008. HIV/AIDS sekarang ini adalah penyakit yang yang mematikan. Dengan menjunjung tinggi tema Hari AIDS tahun ini"Stop AIDS, Keep The Promise-Leadership, maka secara tidak langsung kita akan peduli dengan kejadian penyakit yang menjadi momok dalam masyarakat sekarang ini. Sebagaimana tema-tema Hari AIDS Sedunia yang lalu, "Stop AIDS. Tepati Janji" merupakan tema kepemimpinan yang telah dipilih sebagai konsep global yang longgar. Meski pesan lokal juga sangat disarankan, akan tetapi sebisa mungkin, pesan-pesan lokal juga mencerminkan tema kepemimpinan ini, khususnya seputar Hari AIDS Sedunia. Pesan-pesan lokal sepatutnya mendukung upaya-upaya kampanye global. Hal ini membantu agar upaya-upaya nasional, regional dan internasional kampanye AIDS global dapat tampil komprehensif dan maksim. Cegah HIV/AIDS sedini mungkin